Kesejukan, kerindangan, keasrian, kepolosan, awan yang melintasi pepohonan hijau terlihat jelas di seputaran jalan menuju desa liandok.
Pada pukul 15.00 WITA sore, terlihat suasana ramai Pemuda Desa sedang bermain bola voli, dilapangan Sekolah Menengah Pertama.
Pada Pukul 06.00 tepat, hanya nampak puluhan pemuda desa duduk melingkar di sebuah rumah dengan lampu temaram, suasana dingin menambah khidmad, apa yang dilakukan pemuda desa ini. Diisi dengan beberapa semangat oleh yang dituakan, sepertinya menjadikan renungan tersendiri bagi mereka, karena malam ini adalah malam penghiburan.
Mereka adalah pemuda Desa Liandok, Kecamatan Tompaso Baru, Kabupaten Minahasa Selatan yang sedang menghibur keluargaku karena duka. Meski hanya dengan sebuah kopi, mereka mengisi malam ini dengan sebuah renungan dalam, betapa sulitnya meraih kemerdekaan di kala itu, saat jalan belum merdeka. Maka sudah sepatutnya sebagai generasi muda untuk terus mengembangkan potensi desa sesuai dengan aktivitas masing-masing.
Definisi desa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, Desa adalah kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejulah keluarga yang mempunyai sistem pemerintahan sendiri (dikepalai oleh seorang Kepala Desa) atau desa merupakan kelompok rumah di luar kota yang merupakan kesatuan.
Kata desa sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yakni “dhesi” yang berarti tempat lahir. Namun, perlahan artian dari desa sendiri berkembang baik yang menambah maknanya hingga mengurangi maknanya sehingga memiliki kesan negatif. Padahal, berbagai ahli berpendapat bahwa desa memiliki berbagai peranan penting.
Menurut Sutardjo Kartodikusumo, desa adalah suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri. Sedangkan menurut Saniyanti Nurmuharimah, desa merupakan wilayah yang dihuni oleh masyarakat yang memiliki sistem pemerintahan sendiri.
Penekanan pada kampung atau desa dan bukan kota atau perkotaan merupakan sikap kerendahan hati Kristus. Bahkan hal ini sudah tergambar sejak kelahirannya, dimana ia dilahirkan dari tempat yang paling udik di Israel dan bahkan dalam sebuah kandang (Lukas 2:4-7). Puncak dari perendahan diri Kristus adalah kematiannya di salib (Lukas 23:33-49; bandingkan Filipi 2:6-8).
Kerendahan hati Kristus oleh penulis Lukas hanya mungkin terjadi karena ia dalam kontrol Roh Tuhan, dan ini sudah ditegaskan sebelumnya dalam Lukas 4:14 “Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu”.
Memberi diri untuk selalu di kontrol oleh Roh kudus harus menjadi tekat setiap anak-anak Tuhan. Karena hanya itu yang mampu membuat kita menepis godaan-godaan dunia yang makin hari makin canggih berbagai-bagai bentuk kejahatan.
Orientasi desa, dan bukan kota: oleh karena pedesaan masih menawarkan kesejukan, kepolosan dan kenyamanan, sebaliknya kota besar menawarkan segala kerumitan dan polusi agama, budaya dan sosial.
Memang di desa banyak keterbatasan dikota banyak fasilitas termasuk fasilitas untuk buat jahat, tetapi Yesus menyuruh para murid memulai awal yang baru dari desa. Di desa ada banyak pohon, tapi di kota ada banyak tempat judi, tempat minum mabok, tempat Pitrad, SPA plus plus dan lain-lain.
Tugas kita semua dan juga termasuk tugas gereja dan pemerintah adalah bagaimana mendidik dan mendorong orang-orang muda untuk membangun kampungnya dari pada lari ke kota yang belum tentu membawa kebaikan bagi mereka.
Penciptaan lapangan kerja di desa dan pemberian modal yang disertai dengan pelatihan dan pendampingan yang baik bagi mereka akan menolong mereka mencintai kampung halaman mereka dengan cara itu pemuda pemudi desa tidak akan keluar dan mencari pekerjaan diluar kampung. Pemberdayaan sumber daya manusia dengan melihat potensi - potensi masyarakat adalah solusi yang tepat untuk membangun desa, selain sarana dan prasarana membangun jalan dsb.
Jadi marilah bangun desa kita, kalau bukan sekarang kapan lagi dan kalau bukan kita siapa lagi. 🙏🙏🙏
Untuk sementara, aku penulis terlanjur membangun desa dengan caraku sendiri yaitu mengajar menjadi guru honorer bersama suamiku, ditempat suamiku. Tapi tetap akan memperhatikan desa kelahiranku tercinta yang dari dulu sampai sekarang, walaupun aku pindah dimana - mana tetap selamanya KTP ditanganku, tempat kelahiranku dikenal dimana - mana adalah Desa Liandok ❤️




Suasana yang hangat paling terasa kalau tinggaldi desa.
BalasHapusIya kak, kehangatan, kekompakan, paling terasa di desa ini
Hapus